PROFIL FITK

SEJARAH FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

FITK IAIN Ambon yang ada sekarang ini lahir melalui proses yang panjang. Sejak berdirinya kelas filial IAIN Alauddin di Ambon tahun 1980an, ide-ide awal tersebut melahirkan sebuah satuan nilai yang terus menerus dikomunikasikan sehingga menimbulkan emosi dan prilaku yang sama di antara para aktor yang ada di dalamnya. Pada kerangka ini, setiap orang yang ada dalam lingkup IAIN Ambon (Filial) menjalankan peran masing-masing yang diembankannya.

Pendirian IAIN Alauddin di Ambon didasari atas Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1985 dan Keputusan Presiden Nomor 9 tahun 1987 dan ditindaklanjuti Keputusan Menteri Agama Nomor 18 tahun 1988. Maka pada tanggal 29 Agustus 1988 IAIN Alauddin di Ambon secara resmi sebagai Perguruan Tinggi Islam Negeri di bawah Departemen Agama yang ada di Ambon.

Setelah selesai menata pembangunan sarana fisik kampus IAIN Alauddin di Ambon, maka beriringan dengan akan berubahnya status dari IAIN menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ambon, maka atas inisiatif H. Hamadi B. Husain Dan H. Sahabuddin direncanakan pula pengembangan satu Fakultas atau Jurusan baru yaitu Fakultas atau Jurusan Tarbiyah. Tanggung jawab perencanaan dan pelaksanannya didelegasikan kepada para pimpinan Fakultas Ushuluddin yang diketuai oleh Drs. M. Taufik selaku Wakil Dekan Bidang Akademik. Pendelegasian ini kemudian berdampak pada terbangunnya kerjasama yang semakin apik diantara para civitas akademik pada saat itu. Hal ini kemudian menjadi alat gerak bagi para penggagas ide untuk lebih memantapkan apa yang diinginkannya di awal perintisan.

Peluang akan adanya perguruan tinggi yang berlandaskan islam semakin terbuka lebar dengan adanya kebijaka-kebijakan pemerintah pusat berkenaan dengan adanya kewenangan bagi perguruan tinggi untuk mengelola secara mandiri lembaganya.
Perkembangan IAIN fakultas cabang Alauddin yang ada di Ambon ini terpengaruh atas kebijakan-kebijakan yang ada di pusat. Antusiasme masyarakatpun semakin meningkat yang tentunya berdampak pada ruang gerak bagi IAIN yang hanya sebagai fakultas cabang terasa sempit. Pada tahun 1996 dimulailah cikal bakal berdirinya FITK IAIN Ambon yang awalnya merupakan Jurusan Pendidikan Agama dan Tadris IPA Fakultas Tarbiyah yang berada di Ternate yang merupakan bagian dari IAIN Alauddin di Ambon.

Sementara itu dalam statusnya sebagai fakultas cabang di daerah, lembaga cenderung terbatas ruang geraknya dalam mengantisipasi tuntutan-tuntutan yang terus berkembang. Bahkan, dalam banyak segi, kelembagaan fakultas daerah terkesan tidak memiliki otonomi yang penuh untuk meningkatkan mutu akademik, karena sebagian pengambilan kebijakan tersentralistik di IAIN induk. Oleh karena itu, pemerintah menempuh jalan desentralisasi kelembagaan IAIN tersebut dengan memberikan otonom bagi fakultas daerah dengan merubah status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN).

Berdasarkan surat Keputusan Presiden nomor 11 Tahun 1997 tangal 21 Maret 1997 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, jo. Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No. Tahun 1997 Tanggal 30 Juni 1997 tentang Organisasi dan Tata Kerja STAIN Ambon, jo. Surat keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam No. E/136/1997 Tanggal 30 Juni 1997 tentang alih status dari fakultas daerah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, berarti secara yuridis formal, fakultas daerah, termasuk Fakultas Syari’ah dan Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin Ujungpandang di Ambon telah berubah statusnya menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Ambon.

Mengingat akan semakin besarnya harapan masyarakat akan keberlangsungan lembaga pendidikan islam di tanah Maluku dan melihat kecendrungan akan kebutuhan masyarakat akan kesamarataan serapan ilmu yang didapat maka mau tidak mau STAIN harus memenuhi aspirasi dan kebutuhan masyarakat tersebut.

Perkembangan lahirnya FITK IAIN Ambon selanjutnya dimulai pada era kepemimpinan Drs. H. Idris Latuconsia tahun 1997, dimana STAIN Ambon melakukan pengembangan lebih lanjut dengan diterbitkannya izin prinsip dengan Surat Nomor 525/D2/2001 tertanggal 2 April 2001 perihal pembukaan program studi S1 Pendidikan Matematika, S1 Pendidikan Biologi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Program Pendidikan Akta Mengajar IV yang ditandatangani oleh Direktur Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan DIRJEN DIKTI Departemen Pendidikan Nasional (Suprodjo Pusposutardjo).

Seiring dengan perkembangan dan dinamika kampus serta masyarakat Muslim Maluku, terutama mengantisipasi otonomi daerah dan otonomi perguruan tinggi, STAIN Ambon, di bawah pimpinan Dr. H.M. Attamimy, M. Ag. telah merancang format perguruan tinggi dalam bentuk alih status menjadi IAIN. Setelah melalui studi kelayakan, maka STAIN Ambon berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 111 tahun 2006, tanggal 29 Desember 2006 dengan Dr. H.M. Attamimy, M.Ag ditunjuk sebagai penjabat pelaksana rektor. Di masa beliau, terjadi perubahan struktur kelembagaan di lingkungan IAIN Ambon. Jurusan-jurusan berubah menjadi fakultas, Unit-unit penunjang berubah menjadi lembaga. Kepala Bagian Administrasi berubah menjadi kepala biro dan lain-lain. Fakultas-fakultas dipimpin oleh dekan yang dibantu oleh para pembantu dekan, sedangkan rektor dibantu oleh pembantu rektor. Pada masa inilah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan lahir dengan dengan nama Fakultas Tarbiyah yang membawahi tiga Jurusan yaitu Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Jurusan Pendidikan Matematika dan Jurusan Pendidikan Biologi.

Konsekwensi dari proses perbuhan alih status tersebut, IAIN Ambon bergerak melakukan perubahan-perubahan mendasar diantaranya adalah telaah tentang kurikulum IAIN Ambon dengan menggunakan pola pengintegrasian keilmuan. Pola Integrasi Keilmuan ini dilakukan melalui telaah isu-isu internal-eksternal oleh pimpinan Institusi, serta pihak-pihak yang berkepentingan dengan mempertimbangkan analisis resiko dan peluang ke depan. Dengan mengusung pola integrasian keilmuan tersebut, Fakultas Tarbiyah selanjutnya berganti nama menjadi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan sebagaimana mengikuti SK Dirjen Diktis Nomor 3389 Tahun 2013 tentang Penamaan Perguruan TinggiAgama Islam, Fakultas dan Jurusan Pada Perguruan TinggiAgama IslamTahun 2013. Penamaan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan digunakan hingga sekarang.