Rektor Lantik Wadir Pasca, Para Wadek dan Kapus

Published by Admin on

Sebanyak 24 dosen dan pegawai di lingkup Institut Agama Islam Negeri Ambon dilantik dan diambil sumpahnya sebagai pejabat perangkat Rektor periode 2020-2024 oleh Rektor, Dr. Zainal A. Rahawarin, M.Si di ruang Aula Lt III Gedung Rektorat IAIN Ambon, Senin, 11 Januari 2021.

Pejabat perangkat Rektor yang terdiri dari para wakil dekan di tiga fakultas, Wakil Direktur Program Pascasarjana, dan para Kepala Pusat tersebut selanjutnya akan menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing dalam membantu Rektor IAIN Ambon, Dr. Zainal A. Rahawarin, selama masa kepemimpinannya.

Mereka yang dilantik untuk periode 2020-2024 itu di antaranya; Wakil Direktur Program Pascasarjana, Dr. H. Anang Kabalmay, MH., Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI), Drs. H. Karnusa Serang, M.Th.I., Ketua LPM, Dr. Abidin Wakano, Ketua LP2M, Dr. Saidin Ernas, Kepala PTIPD, M. Fauzan Bahadjai, M.Eng, Kepala Pusat Perpustakaan, Rivalna Rivai, hingga Kepala Pengembangan Pusat Bahasa, Jamila La Saiba.

Rektor IAIN Ambon, Dr. Zainal A. Rahawarin, M.Si mengawali sambutannya mengingatkan, jabatan merupakan amanah dari Allah Swt, dan dirinya hanya sebagai penerus amanah tersebut, untuk dijalankan secara bersama. Sehingga, para pimpinan yang sudah diberikan amanah tersebut, agar kiranya dapat dilaksanakan sesuai dengan tufoksinya, dan dapat dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada lembaga dan negara, tapi terpentingnya kepada Allah Swt.

“Untuk itu, amanah ini yang sangat penting perlu kita jaga secara bersama karena pertanggungjawaban amanah itu bukan hanya pada lembaga, masyarakat, bangsa dan negara saja sesuai sumpah dan janji yang sudah diikrarkan, tapi jauh dari itu, pertanggungjawaban secara pribadi atau individu kita kepada Allah Swt. Bagaimana kita dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita sebagai pimpinan di hadapan Allah Swt, itu yang perlu diperhatikan.”

Selain dari itu, Rektor mengharapkan adanya kerjasama dari seluruh pimpinan yang baru dilantik. Kerjasama tidak hanya sesama pimpinan saja, tapi terpenting dengan bawahannya. Sebab, kerjasama menjadi kunci keberhasilan untuk memajukan IAIN Ambon.

“Organisasi yang baik adalah organisasi yang memiliki orang-orang dengan sistem kerjama yang solid dan soliditas. Sebuah organisasi yang baik itu tidak ada kata lain kecuali dengan bekerjasama. Sebab, tidak ada capaian kerja yang baik dan berhasil, selain lewat kerjasama atau dilakukan oleh banyak orang.” Kerjasama, lanjut Rektor, memiliki kaitan erat dengan tupoksi atau job description. Selanjutnya, tupoksi akan dirunut lewat SOP untuk mengatur cara pandang atau sistem kerja masing-masing orang.

Rektor dalam kesempatan ini menekankan banyak hal untuk para pejabat yang dilantik, dan kepada seluruh ASN di lingkup IAIN Ambon. Persoalan paling penting dalam mengelola IAIN Ambon ke depan, lanjut Rektor, ada dalam sistem pengelolaan keuangan dan administrasi pelaporannya. Dua hal ini, akan dikawal secara ketat langsung oleh Rektor, selain program akademik dan kemahasiswaan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Terkait keuangan, menurut Rektor, seluruhnya harus dikerjakan sesuai standar atau SOP. Kritik Rektor, sistem pengelolaan keuangan kerap menjadi masalah di hadapan publik. Karena itu, setiap orang di bidang keuangan harus menjalankan tupoksinya masing-masing sesuai standar SOP. Tidak boleh keluar. Di mana, bendahara yang bertugas sebagai juru bayar, hanya berada di bagian pembayaran, tidak boleh turun ke lapangan untuk belanjakan kebutuhan yang diusulkan.

“Saya perlu tegaskan di sini, karena mati hidup suatu lembaga atau institusi itu adalah tergantung bagaimana kita mengelola keuangan secara baik, sehingga bisa dapat menjangkau seluruh kegiatan. Soal keuangan ini, harus dikembalikan ke masing-masing unit. Tentu, wajib disertakan dengan pelaporan administrasi yang sesuai dengan SOP. Jadi, tidak asal usul dan asal belanja. Semuanya harus terkelola secara manajeril dan sesuai standar mutu dan pelaporan,” tekan Rektor.

Rektor juga menyinggung soal kinerja masing-masing fakultas hingga unit, yang harus segera dibenahi. Sebab, pelantikan para pejabat baru ini, tidak lain untuk bagaimana membangun kampus tersebut ke depan menjadi lebih baik.

Usai melantik para pejabat, Rektor juga menyerahkan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL) Tahun 2021 ke para Warek, Dekan dan Direktur Program Pascarjana. Selanjutnya, dari RKAKL tersebut, para pimpinan di masing-masing bagian dapat menyusun program kerjanya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan untuk kegiatan Tahun 2021 sesuai dengan besaran anggarannya.

Di akhir sambutannya, Rektor menyampaikan soal rencana pemotongan UKT sebesar 15 persen, yang akan diberlakukan secara menyuluruh di PTKIN, sesuai hasil rapat para Rektor dan Ketua PTKIN se-Indonesia, dan Koordinator Kopertais I-XV se-Indonesia dalam penyusunan KMA Keringanan UKT Dampak Pandemi Covid-19 bersama Kementerian Agama RI.

Categories: BERITA FITK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com