FGD FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN IAIN AMBON, NETHERLAND INDONESIAN CONSORCIUM FOR MOSLEM CHRISTIAN RELATION (NICMCR)

MENINDAK LANJUTI MoU DENGAN VRIJE UNVERSITY

Senin tanggal 14 Mei 2018, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan melakukan Fokus Group Discussion (FGD ) bersama dengan Ibu Qorrie van Derven dan Pdt. Very perwakilan Netherland Indonesian Consorcium for Moslem Christian Relation, mereka didampingi oleh Dr. Yance Zadrak Rumahuru Direktur Pascasarjana IAKN Ambon. Hadir pula Wakil Rektor 1 IAIN Ambon, Dr. Mohdar Yanlua, MH dan Sekretaris LP2M IAIN Ambon, Dr Saidin Ernas, M.Si.

FGD dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Dr. Samad Umarella, M,Pd, Wakil Dekan 2, Ummu saidah, M,Pd.I, Kabag TU Fakultas, Ahmad Syaikhu, M.Hum, Kasubag AK, Jurusan, Dosen, staf pada fakultas dan mahasiswa.

FGD dibuka oleh Saidin Ernas selaku anggota dalam konsorsium, dengan memperkenalkan perwakilan konsorsium dan kerja-kerja konsosrsium selama ini, mulai dari diselenggarakannya Konferensi Internasional yang dilakukan kerjasama konferensi IAIN Ambon dan UKIM Maluku pada medio tahun 2017 lalu. Konferensi ini menjadi titik awal IAIN Ambon dan UKIM masuk sebagai anggota konsorsium, selanjutnya pimpinan IAIN pada desember 2017 mengunjungi Belanda untuk menandatangi kerjasama dengan Perguruan Tinggi dan beberapa Lembaga-lembaga pendidikan di Belanda.

Dalam kesempatan itu juga Saidin mangatakan bahwa, akan ada rencana dibukanya Prodi Sosiologi Agama pada Pacasarjana IAIN Ambon, untuk itu akan ada kelas dialog antar agama dan diharapkan teman-teman konsorsium bisa menjadi dosen tamu atau dosen luar negeri. Lebih lanjut dikatakan bahwa IAIN Ambon berencana melakukan konferensi Internasional pada bulan Juli 2018, diharapkan kerjasama teman-teman konsorsium bisa menjadi pembicara pada konferensi tersebut dan juga mohon kolaborasinya untuk mensukseskan konferensi dimaksud.

Disepakati bahwa konferensi akan dilakukan pada bulan november dengan beberapa pertimbangan bahwa pada bulan itu tim konsorsium dari belanda akan banyak datang mengikuti kegiatan konferensi yang akan dilakukan di pulau Aru, diharapkan agar dengan banyaknya tim akan memudahkan ketersediaan pembicara dan memperkecil anggaran.

Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, minta agar ada kerjasama dari konsorsium untuk bisa memberikan kuliah umum pada bidang pendidikan atau integrasi islam dengan sains modern.  Ditambahkan bahwa pentingnya melibatkan mahasiswa dan pemuda dalam setiap kegiatan, karena merekalah yang akan melakukan proses-proses setelah itu. Lebih lanjut dekan juga mengatakan Fakultas Ilmu Tarbiyah beberapa waktu lalu telah melakukan kerjasama dengan Tohoku University dan akan dilanjutkan dengan kegiatan bersama, dijdawalkan tahun ini.

Perwakilan konsosrium juga membahas tentang diselenggarakannya konferensi internasional di Belanda bekerja sama dengan perwakilan Nahdatul Ulama (NU) di Eropa dengan tema ‘Islam Nusantara”. Diharapkan perwakilan konsorsium agar IAIN, UKIM dan IAKN perlu mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti konferensi dimaksud, yang telah mengonfirmasi untuk ikut serta adalah UIN Sunan Kalijaga dan UKDW.

FGD ini lebih banyak membahas tentang bagaimana kerja-kerja konsorsium ke depan sehingga tidak terkesan, berdiam diri saja pasca dibuatnya MoU. Dibicarakan juga tentang kerjasama dibidang pendidikan dengan menjadi dosen tamu, atau menjadi pembicara pada dialog-dialog antar agama (dialog inter-religious).

Ada 3 hal besar yang menjadi topik FGD dan kunjungan perwakilan konsosrium adalah :

Konferensi Internasional yang akan diselenggarakan di Belanda, dialog inklusif dan pertukaran pemuda sesuai usulan dari IAIN Ambon.

Pada kesempatan terakhir sebelum berakhirnyaa kegiatan FGD ini, ibu Qorrie dari perwakilan konsorsium mengatakan bahwa jika ada program studi Jurnalistik ini sangat penting untuk dilibatkan dalam membuat tulisan atau film dengan tema-tema perdamaian, ini sangat penting untuk merawat kondisi yang ada.